Indonesia merupakan negeri timur yang dikenal sopan santun serta ramah tamah oleh masyarakat dunia. Namun dalam kenyataannya itu semua hanya kulit luarnya saja. Coba kita perhatikan keadaan di sekeliling kita terutama di kota–kota besar, sopan santun dan ramah tamah itu seperti pelengkap sekunder dalam pergaulan. Yang lebih parah lagi sikap dan perilaku masyarakat terutama para pemuda yang sangat buruk. Kaum muda seharusnya penuh gelora kebangkitan dan kemajuan telah menjadi kurcaci – kurcaci kecil yang diperbudak dengan kemajuan zaman.
Mungkin sudah 63 tahun Indonesia berubah menjadi lebih maju di sedikit bidang, sejalan dengan itu akhlak para PEMUDA pun merosot tajam. Ibarat jatuh ke lumpur dan tidak mau bangkit lagi begitulah akhlak para pemuda sekarang. Kenyataannya, pemuda yang menggelorakan kemajuan di negara ini sangat banyak namun mereka yang tidak kuat dalam menghadapi perubahan zaman, wash brain, dan perubahan perilaku yang sengaja dilakukan oleh budaya-budaya yang tidak baik akibat globalisasi akan IKUT TERJATUH JUGA.
Presiden SBY sudah menanggapi hal ini pada Munas VIII Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2010 dan peringatan milad ke-35 MUI di jakarta kemarin. “Sangat besar harapan saya kepada kaum ulama untuk benar – benar berdiri di depan untuk menyelamatkan akhlak, etika budi pekerti, dan sopan santun di negara kita,” lanjutnya “Indonesia mulai mencatat kemajuan di bidang perekonomian, demokrasi, kebebasan dan perlindungan hak asasi manusia.”(koran jakarta. 26/7,hlm 1). Begitulah tanggapan presiden RI.
KEJANGGALAN dalam pidato presiden yaitu meminta ulama menjadi baris depan dalam masalah ini namun syariat yang mengatur segala bidang dari akhlak sampai politik tidak pernah diterapkan. Jika terus begini maka usaha-usaha yang dilakukan untuk merubah akhlak akan sia-sia. Selama demokrasi dan kebebasan dijunjung maka usaha jutaan tahun pun tidak akan berhasil. Lebih memprihatinkan lagi, sebagian ulama-ulama yang kita cintai pun sepertinya terbawa arus.
Kasus video porno dan pemerannya sampai saat ini hanya diproses hukum, dikurung beberapa tahun dan didenda.. Sangat jelas bahwa hukum buatan manusia tidak tegas. Apakah pembuat dan pemeran video porno yang kasusnya tidak terungkap merasa kapok hanya dengan hukuman kurungan dan denda? Bagaimana jika pelaku dihukum berdasarkan syariat yaitu dengan pencambukan dan pengasingan bagi yang berstatus tidak menikah dan RAJAM bagi yang menikah, maka dengan sendirinya kasus-kasus yang memalukan itu akan hilang. ISLAM tidak hanya membela kaum muslim. Islam dan syariatnya akan membela SELURUH UMAT MANUSIA sesuai dengan hak dan kewajiban masing-masing. Bukankah tiada islam tanpa syariat? Jadi bagaimana Islam kita? Anda sendirilah yang dapat menjawabnya.
Senin, 26 Juli 2010
AKHLAK PEMUDA DAN SOLUSINYA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar